Selasa, 31 Januari 2012

Merpati Putih in History

Merpati Putih (MP) merupakan salah satu perguruan pencak silat bela diri Tangan Kosong (PPS Betako) dan merupakan salah satu aset budaya bangsa, mulai terbentuk aliran jenis beladiri ini pada sekitar tahun 1550-an dan perlu dilestarikan serta dikembangkan selaras dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi dewasa ini. Saat ini MP merupakan salah satu anggota Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan Martial Arts Federation For World Peace (MAFWP) serta Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa atau PERSILAT (International Pencak Silat Federation).



Arti Nama dan Motto

Arti dari Merpati Putih itu sendiri adalah suatu singkatan dalam bahasa Jawa, yaitu:
Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening yang dalam bahasa Indonesia berarti "Mencari sampai mendapat Kebenaran dengan Ketenangan" sehingga diharapkan seorang Anggota Merpati Putih akan menyelaraskan hati dan pikiran dalam segala tindakannya. Selain itu PPS Betako Merpati Putih mempunyai motto: "Sumbangsihku tak berharga, namun Keikhlasanku nyata".

Sejarah

Merpati putih (MP) merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang Indonesia yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga Keraton yang diwariskan secara turun-temurun yang pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk ditumbuhkembangkan agar berguna bagi negara.
Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Lalu setelah Grat ke tiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri, seni beladiri ini mempunyai dua saudara lainnya. yaitu bergelar Gagak Samudro dan Gagak Seto. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu sastra. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Mas Saring lalu Mas Poeng dan Mas Budi menjadi PPS Betako Merpati Putih. Hingga kini, kedua saudara seperguruan lainnya tersebut tidak pernah diketahui keberadaan ilmunya dan masih tetap dicari hingga saat ini ditiap daerah di tanah air guna menyatukannya kembali.
Pada awalnya ilmu beladiri Pencak Silat ini hanya khusus diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus ditiap kesatuan ABRI dan Polisi serta Pasukan Pengawalan Kepresidenan(Paspampres).
Didirikan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, mempunyai kurang lebih 85 cabang dalam negeri dan 4 cabang luar negeri dengan jumlah kolat (kelompok latihan) sebanyak 415 buah (menurut data tahun 1993) yang tersebar di seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai anggota sebanyak kurang lebih dua setengah juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.
Sang Guru Merpati Putih adalah Bapak Saring Hadi Poernomo, sedangkan pendiri Perguruan dan Guru Besar sekaligus pewaris ilmu adalah Purwoto Hadi Purnomo (Mas Poeng) danBudi Santoso Hadi Purnomo (Mas Budi) sebagai Guru Besar terakhir yaitu generasi ke sebelas (Grat XI).
PPS Betako Merpati Putih berasal dari seni beladiri keraton. Termasuk diantaranya adalah Pangeran Diponegoro.
Berikut Silsilah Turunan aliran PPS Betako Merpati Putih:
  • BPH ADIWIDJOJO: Grat-I
  • PH SINGOSARI: Grat-II
  • R Ay DJOJOREDJOSO: Grat-III
  • GAGAK HANDOKO: Grat-IV
  • RM REKSO WIDJOJO: Grat-V
  • R BONGSO DJOJO: Grat-VI
  • DJO PREMONO: Grat-VII
  • RM WONGSO DJOJO: Grat-VIII
  • KROMO MENGGOLO: Grat-IX
  • SARING HADI POERNOMO: Grat-X
  • POERWOTO HADI POERNOMO dan BUDI SANTOSO HADI POERNOMO: Grat-XI
Pewaris muda: NEHEMIA BUDI SETIAWAN (putra Mas Budi) dan AMOS PRIONO TRI NUGROHO (putra Mas Poeng)
Amanat Sang Guru, seorang Anggota Merpati putih haruslah mengemban amanat Sang Guru yaitu :
  • Memiliki rasa jujur dan welas asih
  • Percaya pada diri sendiri
  • Keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari
  • Menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan Ketaqwaan kepada Tuhan.
Pada tahun 1995, seorang anggota PPS Betako Merpati Putih cabang Jakarta Selatan, Mas Eddie Pasar mendapat piagam penghargaan Rekor dari Musium Rekor Indonesia (MURI) karena mendemonstasikan menyetir mobil terjauh dari Bogor ke Jakarta dengan mata tertutup.
Hingga tahun 1998 PPS Betako Merpati Putih masih hanya untuk Warga Negara Indonesia saja. Namun karena minat dari luar negeri sangat banyak dan antusias, MP mulai membuka diri untuk menerima anggota dari luar negeri. Adalah Nate Zeleznick dan Mike Zeleznick sebagai orang berkulit putih pertama yang diajarkan pencak silat ini pada tahun 1999 dan menjadi Pelatih Merpati Putih Pertama di Amerika untuk umum. Pada awal bulan Oktober 2000 Mas Pung dan Mas Budi meresmikan American School of Merpati Putih yang pertama berlokasi di Ogden City Mall, Utah. MP adalah satu-satunya Pencak Silat yang diselidiki secara ilmiah mengenai masalah adanya tenaga dalam.
Ketua Umum Merpati Putih periode sekarang adalah Dr. Ing. Fauzi Bowo (gubernur DKI Jakarta) yang merupakan pesilat Merpati Putih tingkat Khusus 2.


Pada tanggal 7 Oktober 2000, bertempat di Salt Lake City USA, Merpati putih yang dipimpin oleh Ketuanya, mengikuti sayembara yang diadakan oleh JREF (James Randy Educational Fondation) yang berhadiah 1.000.000 dollar, merpati putih mendemonstrasikan ilmu yang dinamakan vibravision (getaran). Pada demo pertama menggunakan tutup mata yang dibawa sendiri. Kontestan dari merpati putih yang merupakan murid senior yang telah berpengalaman selama 20 tahun dalam bidang ini, unjuk gigi dengan berhasil mencari warna bendera yang sesuai dengan yang ditunjukkan dengan tingkat akurasi 100 persen, akan tetapi keesokan harinya ketika tes dimulai oleh pihak JREF dengan menggunakan tutup mata yang disediakan oleh panitia, akurasi dari kontestan Merpati Putih turun drastis hingga mendekati 0 persen yaitu hanya 3 yang benar dari 19 percobaaan.
Acara utama sesungguhnya adalah meresmikan cabang MP di Utah, Amerika Serikat. Penandatanganan akte notaris, mencoba bentuk/model organisasi/perguruan pencaksilat yg di manage modern, lengkap dengan paten, perizinan, rancangan kerja yang bisa menghidupi perguruan dan juga para pelatihnya. Juga sekaligus mengunjungi pusat pelayanan tunanetra di San Fransisco.
Bonusnya mencoba tantangan James Randy.[ Pelaksanaannya di Weber University, Ogden, Utah. Bertempat di laboratorium fisika (unggulan Weber University pada fakultas fisika). Bentuk bangunan mirip planetarium, tapi pendek. Atapnya setengah bola, dari beton tebal. Kalau di dalam, handphone mati signal.[ Betul-betul kedap suara dan kedap gelombang elektronik.Frekuensi berapapun tidak akan bisa keluar masuk lab. Letak lab itu agak jauh dari gedung kampus, dekat dengan pangkalan pelatihan F-16, yang dijamin tidak kelihatan di peta.[
Masuk lab melalui pintu dan dinding berlapis. Ditengah ruangan ada kotak yg dijadikan meja, ukurannya sekitar lebar 1 meter, tinggi 90 cm, panjang 4-5 meter. Ujung-ujung meja ditutup logam selebar 60 cm. Meja tersebut bermuatan listrik statis yg cukup kuat. Ada yg seperti berdengung dibawah kotak. Tidak diduga, pesilat yg di test akan duduk disitu. Menjelang pelaksanaan test, kecuali para pesilat dan Nate Zelesnick sebagai saksi, disamping para "sarjana fisika" sebagai petugas yang melakukan pengetesan, semua harus meninggalkan gedung lab. Setelah selesai, mereka keluar, dan dinyatakan gagal. Terjadi keributan kecil karena Nate protes keras. Tissue basah yang dipakai membersihkan seputar mata terasa amat pedas, sangat mengganggu konsentrasi, protes di dalam lab tidak diterima. Anggota tim, dokter Heru (mahasiswa super spesialis bedah pita suara di fakultas kedokteran Utah university, pelatih MP), masuk untuk melihat sampel tissue.Ternyata yg dipakai adalah tissue basah antiseptic yang dipakai dokter bedah militer untuk membersihkaitar luka sebelum operasi darurat. Sangat pedas.Apalagi kelopak mata belum kering langsung ditempel semacam lakban kedap sinar.
Karena ujicoba adalah jenis paling mudah dibanding kualifikasi pesilat yg diuji (hanya mendeteksi warna-warna potongan kain yg diacak diatas kotak/meja), padahal kualifikasi kemampuan deteksi lebih dari itu, misal mendeteksi urutan setumpuk kartu bridge tanpa salah, mendeteksi narkoba yang disembunyikan, dan sebagainya).Merpati Putih kecolongan tidak waspada karena ada jebakan pada pasal-pasal yg ditandatangani.Kesimpulan, protes ditolak.Meski esok sorenya, mata para pesilat baru bisa sembuh dari merah gatal.
Atas bantuan dari seorang informal leader di Utah yang sekaligus sahabat dari (alm) Gus Dur, pesilat Merpati Putih diuji coba sekali lagi di bagian kedokteran mata Universitas Utah. Hasilnya berhasil 100%.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar